Pengumuman: Undangan Perkemahan Warga (PW) 2010 Racana UIN Jakarta

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam silaturahim kami sampaikan,  semoga kakak-kakak senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala dan sukses selalu dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amiiin.

Selanjutnya, dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Racana UIN Jakarta, kami atas nama Dewan Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, bekerjasama dengan JAWARA (Jalinan Alumni Warga Racana) UIN Jakarta akan menggelar Perkemahan Warga (PW) 2010 ala Racana UIN Jakarta. Untuk itu, kami mengajak seluruh warga dan alumni Racana beserta keluarganya (orangtua, suami/istri, anak-anak atau sanak saudara) untuk bisa bergabung dalam PW 2010 kali ini  yang insya Allah, akan diselenggarakan pada:

  • Hari/Tanggal : Sabtu – Minggu, 18 – 19 Desember 2010
  • Waktu : Pukul 12.00 – 11.00 (kumpul di kampus  pukul 11.00)
  • Tempat :  Buper Wiladatika Cibubur (Wisma Imam Bonjol dan Untung Suropati)
  • Acara : – Temu Kangen (Reuni) Alumni dan Warga Racana UIN Jakarta, Family Gathering, Api Unggun, tukar kado, Games dll.
  • Acara berikutnya dilanjutkan dengan pertemuan JAWARA di rumah kediaman Kak Ahmad Lailatul Hadi (Alay) – Kak Rahmiyati (Iyet) di Bekasi. (Untuk keperluan menuju ke acara ini, JAWARA menyediakan bus dari Cibubur dan akan langsung kembali ke Ciputat/Kampus UIN Jakarta)

Demikian undangan ini kami sampaikan, semoga kakak-kakak disehatkan dan diberi kesempatan Allah Subhanahu Wata’ala sehingga dapat berkenan hadir dalam acara yang selalu dinanti-nanti baik warga Racana yang aktif maupun para alumni yang sudah tersebar di segala penjuru. Atas perhatian dan kehadirannya kami haturkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
atasnama Panitia Kecil Perkemahan Warga (PW) 2010 dan JAWARA (Jalinan antar Alumni dan Warga Racana) UIN Jakarta
tukang bikin undangan,

Kak Hayat F (purna Pandega/95)
081316023454

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi:

  1. Kak Ali Ghozi (purna pandega/1994) : 081382224111
  2. Kak Yulina (purna pandega/1993) : 08129527069
  3. Kak Hayat (purna pandega/1995) : 081316023454
  4. Kak Anwar (koordinator DKP/pandega/2006): 085691112474
  5. Kak Adam (KDR 2010-2011/pandega/2007) : 085691979012
  6. Kak Arif SK (Pemangku Adat/pandega 2007): 021-91110695

Catatan:

  1. ACARA INI GRATIS Persembahan JAWARA dan RACANA UIN Jakarta untuk seluruh keluarga besar UKM Racana UIN Jakarta baik yang masih cikal bakal, maupun calon apalagi anggota dan para purna.
  2. Bagi yang ingin berangkat bareng menuju ke lokasi Buper Cibubur, diharapkan berkumpul di Sanggar Kampus UIN Jakarta, ditunggu dari jam 11.00-12.30, rombongan akan berangkat pada pukul 13.00.
  3. Bagi yang ingin langsung menuju lokasi Buper, sebaiknya mengkonfirmasikan ke Panitia (Kak Adam, Kak Arif dan Kak Anwar) mengenai jumlah peserta yang ikut, dan jam kedatangan di lokasi buper.
  4. Setiap peserta baik itu warga aktif, alumni dan keluarganya mohon untuk membawa KADO senilai Rp 10.000,– untuk acara Tukar Kado pada acara malam keakraban.
  5. Usai acara PW, akan dilanjutkan ke acara berikutnya yaitu Pertemuan JAWARA yang akan diadakan di rumah kediaman Kak Alay – Kak Itey di Bekasi. Untuk menuju ke acara tersebut, Panitia menyediakan kendaraan (bus) yang tersedia di lokasi buper.
  6. Jangan lupa pula bawa CELENGAN KOIN JAWARA-nya yaaah untuk kita kumpulin dan diitung bersama-sama di acara Pertemuan JAWARA.

terima kasih….

@@@ ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna pandega/1995)

Pengumuman: Undangan Pertemuan dan Halal Bihalal Jawara

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebelumnya, kami atas nama keluarga besar Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, 0781-0782, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengucapkan Taqobbalallahu Minna Waminkum, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Salam silaturahim kami sampaikan, semoga kakak-kakak beserta keluarga senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala dan sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amiin

Selanjutnya, guna mengeratkan simpul-simpul silaturahim diantara kita, untuk kesekian kalinya kami, kembali  mengundang kakak-kakak yang tergabung dalam bingkai JAWARA UIN Jakarta sekaligus sebagai ajang halal bi halal segenap keluarga besar Racana UIN Jakarta untuk hadir dalam acara pertemuan rutin yang insya Allah, akan diselenggarakan pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 10 Oktober 2010
  • Waktu : Pukul 11.00 – selesai
  • Tempat : Rumah Kediaman Kak Saeful Alam – Kak Reniyati (purna Pandega/00-01)
  • Alamat : Jl. Karang tengah raya, Gg. Batu Kapur No. 6 RT 007/004 , Lebak Bulus, (samping ruko Bumi Karang Indah). Telp. 021 – 7590 4545
  • Acara : Silaturahim, Halal bi Halal, Makan siang bersama, Sharing ide dan ngitung bareng KOIN JAWARA periode kedua

Demikian undangan ini kami sampaikan, semoga kakak-kakak disehatkan dan diberi kesempatan Allah Subhanahu Wata’ala sehingga dapat berkenan hadir dalam acara yang selalu dinanti-nanti para Jawara. Atas perhatian dan kehadirannya kami haturkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
atasnama JAWARA (Jalinan antar Alumni dan Warga Racana) UIN Jakarta
tukang bikin undangan,

Kak Hayat F (purna Pandega/95)
081316023454

Catatan:
Jangan pada lupa dateng yaaa… terus bawa CELENGAN KOIN JAWARA-nya… kita kumpulin jadi satu, lalu diitung bareng-bareng.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi:
1. Kak Saeful Alam (tuan rumah): 021 – 7590 4545 atau 08164859456 (Alam), 081388416197 (Reny)
2. Kak Yulina (purna pandega/1993) : 08129527069
3. Kak Hayat (purna pandega/1995) : 081316023454
4. Kak Anwar (koordinator DKP/2006): 085691112474
5. Kak Adam (KDR 2010-2011) : 085691979012

Rute Menuju ke rumah Kak Alam-Reni

  • Dari terminal lebak bulus naik S-12 (Lebak Bulus-Ragunan) turun dipertigaan Jl. Gunung Balong. jalan kaki 100 m menuju Gg. Batu Kapur.
  • Dari perempatan Pasar Jum’at naik anglot warna putih (Pd. Labu – Ps. Jum’at). minta turun di Gg. Batu Kapur sebelum ruko bumi karang indah.
  • Dari Ciputat naik angkot 114 (Ciputat – Cinere), minta turun di di Gg. Batu Kapur sebelum ruko bumi karang indah.
  • Dari Pasar Pd. Labu naik angkot warna putih atau angkot 114 minta turun di Gg. Batu Kapur setelah ruko bumi karang indah.
  • Kalo masih bingung juga berdo’a aja, mudah-mudahan Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan hidayah-Nya, aminnnn. (ini sesuai pengalaman dan doa tuan rumah suatu ketika, red.)

Nikmatnya Silaturahmi

Jauh di mata, dekat di hati. Ya, meski dirasa jauh dan memang terasa jauh terlebih harus nyasar kala melangkah menuju ke kawasan utara bagian Jakarta, tepatnya kelurahan Warakas, dimana pertemuan ini digelar. Namun tetap tak menyurutkan para Jawara untuk menjejakinya. Inilah nikmatnya silaturahmi, persahabatan, perkawanan, persaudaraan yang dilandasi dengan ‘hati’. Dan memang, meski jauh di mata, tapi dekat di hati.

Tak terkira nikmatnya memang, ketika jauh-jauh dari Cibinong, Sawangan, Depok, Cengkareng, Pamulang ke Waramas, akhirnya bersua saudara tua dan muda yang dulu pernah seasa dan seide untuk tetap menyatu dalam bingkai silaturahmi. Tak sekedar nikmat batin saja, nikmatnya lidah saat menyantap soto lamongan plus-plus yang maknyus mampu menghilangkan kepenatan lelahnya perjalanan. Tak hanya itu, tatapan mata teman, sambutan mesra teman, selorohan hingga banyolan teman kian menambah angin segar semangat untuk terus bersilaturahmi. Lagi-lagi nikmat yang tak terkira dan membuat ingin terus bersua. Dan kala berpisah, rasanya tak sabar lagi untuk bersua di pertemuan Agustus mendatang.

“Inilah nikmatnya, silaturahmi, tak cuma menyambung hubungan tapi semangat dan mungkin merajut kembali janji-janji yang pernah terucap diantara kita yang pernah terputus oleh ruang dan waktu,” ujar Kak Riza saat membuka pertemuan Jawara, Minggu (6/6) lalu.

Pun dengan Kak Ali Ghozi, selaku tuan rumah dan salah seorang yang dituakan selain Kak Abas Sabarudin –yang memang lebih tua diantara Jawara yang hadir– menegaskan, bahwa Warakas memang jauh tapi kayaknya bukan menjadi halangan bagi para Jawara untuk menejajakan kakinya. “Jauh memang, tapi rasanya ya kok dekat aja, kan?” ujarnya.

Dalam pertemuan yang merupakan kali kedua itu, selain saling bersua untuk berbagi rasa kangen, kali ini diisi dengan membicarakan ‘sesuatu’ yang boleh jadi agak berat dari sebelumnya. Diantaranya adalah;

  1. Pencanangan Gerakan KOIN JAWARA
  2. Pembentukan tim panitia kerja (panja) pendirian lembaga
  3. Pembentukan tim panitia kecil (pancil) PW
  4. Pengumpulan Dana Peduli Racana

Gerakan KOIN JAWARA

Ya, akhirnya dari pertemuan tersebut para Jawara menyepakati untuk menjalankan program Koin Jawara. Dimana program ini merupakan upaya ‘nyumbang‘ dari para Jawara dalam bentuk koin alias uang recehan yang ada di rumah masing-masing. Sehingga, koin-koin receh itu bisa diberdayagunakan. Karena, sejatinya uang recehan dalam bentuk koin itu pun tetap memiliki nilai nominal yang jika dikumpulkan akan mampu meningkatkan nilainya dan nominalnya tentunya.

Untuk itu, kami mengharap kepada para JAWARA (Jalinan antar Warga dan Alumni Racana) UIN Jakarta di manapun berada baik yang masih aktif sebagai warga Racana maupun para alumni untuk mengumpulkan koin-koin uang recehan mulai dari Rp 50, 100, 200, 500 atau 1.000 di celengan khusus yang disediakan masing-masing Jawara. Tentunya bentuk dan model dari celengan tersebut, bebas tergantung para Jawara mau menggunakan celengan plastik, celengan keramik, celengan kaleng atau kreasi sendiri tak masalah. Nah, celengan yang telah diisi koin-koin receh para Jawara itu kemudian, nanti pada pertemuan berikutnya di rumah Kak Arif Aryadi (mantan KDR, mantan Ketua DKD DKI) pada Minggu, 8 Agustus 2010 harus dibawa dan hasilnya akan dikumpulkan bersama.

Dan tentunya, gerakan ini akan terus berjalan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Dalam artian, tidak hanya sampai di pertemuan berikutnya nanti, tapi terus berlanjut, usai dikumpulkan bersama, celengan kembali dibawa para Jawara untuk kembali di isi. Sebisa mungkin setiap Jawara tetap mengajak anggota keluarganya untuk mengumpulkan uang receh yang kadang tergeletak begitu saja di rumah melalui celengan tersebut. Sebaiknya satu keluarga satu celengan dan akan dibuka/dikumpulkan bersama setiap dua bulan sekali dalam pertemuan berikutnya. Sementara untuk Warga Racana aktif akan dijadikan satu dan dipusatkan di Sanggar, tapi tentunya tidak menutup kemungkinan bagi Warga Racana aktif untuk mengumpulkan secara pribadi.

Semoga program ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat.

Pembentukan tim Panja Pendirian Lembaga

Wacana ini kerap diperbincangkan oleh kakak-kakak dalam setiap kesempatan dan pertemuan. Namun sayang, hingga saat ini masih dalam taraf wacana. Meski beberapa waktu yang lalu, pada saat pertemuan halal bi halal ada semacam pendelegasian kepada beberapa alumni untuk menindaklanjuti hasil obrolan tersebut. Nah, akhirnya sesuai kesepakatan dalam pertemuan itu dibentuklah tim Panja (pantia kerja) untuk menyiapkan mulai dari konsep hingga beragam keperluan administrasinya.  Tim ini beranggotakan para Jawara dibantu dua warga Racana aktif. Diantaranya Jawara yang ditunjuk adalah Kak Ghozi, Kak Hayat, Kak Riza, Kak Arif Aryadi, dan dua orang dari warga Racana aktif (Kak Adam dan Kak Arief). Tim Panja ini akan bekerja selama sebulan sejak Senin 7 Juni hingga 6 Juli nanti dan diharapkan hasil kerjanya akan bisa dipresentasikan pada pertemuan di rumah Kak Arif Aryadi, Minggu 8 Agustus mendatang.

Pembentukan tim Pancil PW 2010

Wow… sepertinya terdengar begitu seru kiranya, kalau rencana ini bisa terlaksana. Ya, sebagian besar alumni Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, UIN Jakarta sudah tersebar di mana-mana. Rasanya, jika dikumpulkan dalam sebuah perkemahan akan tampak seru, layaknya sebuah perkemahan tingkat nasional yang diwakili oleh masing-masing daerah. Lantas kenapa tidak kita selenggarakan sebagai bentuk ‘reuni’ atau sekedar bernostalgia masa-masa lalu dengan atmosfer masa kini yang tentunya jauh berbeda baik ruang dan waktunya. Tentunya kegiatan ini tak sekedar melibatkan ‘pribadi’ alumni yang bersangkutan, melainkan menghadirkan pula ‘cikal’ penerus jalinan pertemanan, persahabatan dan kebersamaan kita yakni putra dan putri atau bahkan cucu? dengan warga Racana aktif, sehingga tetap terjaga.

Untuk mewujudkannya itu, berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan kemarin dibentuklah tim Panitia Kecil (pancil) PW 2010, dan ditunjuklah Kak Abdul ‘Abede’ Wahab sebagai Project Officer-nya, Kak Anwar dan Kak Isti sebagai Co-Project Officer dibantu Kak Adam selaku Ketua Dewan Racana dan Kak Yuli RS selaku Wakil Ketua Dewan Racana. Rencananya, gelaran ini akan dijadikan satu dengan kegiatan hari jadi Racana Oktober mendatang. Tim Pancil ini akan bekerja selama dua bulan berjalan dan harus sudah siap mempresentasikan konsepnya pada pertemuan Agustus mendatang di rumah Kak Arif Aryadi.

Pengumpulan Dana Peduli Racana

Inilah gerakan sekaligus ajakan spontan yang memang kerap dilakukan para Jawara di setiap pertemuan. Dan pada pertemuan kemarin, kami menggelar Pengumpulan Dana Peduli Racana yang memang akan dipergunakan untuk hal-hal yang mendesak. Seperti halnya, dalam kesempatan kemarin, dana tersebut untuk membantu penyelesaian website milik Racana yang tengah bermasalah. Selain itu dana yang terkumpul kemarin juga didistribusikan untuk sedikit memberi ‘bekal’ bagi warga Racana aktif yang hendak menghadiri resepsi dua warga Racana yang mengikatdiri dalam ikatan pernikahan di daerah Ciamis, Jawa Barat.

Namun tentunya, pengumpulan ini tidak berhenti pada kesempatan kemarin saja, melainkan kami mengajak kepada para Jawara (aktif maupun para alumni) yang berminat untuk menyumbangkan sebagian dari rizkinya bisa menyalurkannya ke rekening yang telah ditunjuk. Dalam hal ini Rekening Bank milik Kak Hayat. Untuk para Jawara yang hendak menyumbang mohon menghubungi/sms ke nomor 081316023454, nanti nomer rekening akan kami beritahukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Tenang saja, tak usah kuatir, setiap sumbangan yang masuk akan dilaporkan di blog ini.

Adapun pengumpulan dana kemarin telah terkumpul sebanyak Rp 300.000,- yang berasal dari Kak Abas, Kak Ghozi dan Kak Riza masing-masing Rp 100.000,- Ayo siapa akan menyusul?? segera hubungi Kak Hayat atau Kak Riza.

Pertemuan kemarin, paling tidak dihadiri oleh:

  1. Kak Ali Ghozi –  Kak Nurhayati (Tuan Rumah)
  2. Kak Abas dan keluarga (formasi lengkap)
  3. Kak Azwar Riza – Kak Dina Saptarina (formasi lengkap)
  4. Kak Neneng alias Noorhasanah
  5. Kak Hayat
  6. Kak Taslimunadzier – Kak Titien A
  7. Kak Arief Aryadi A dan keluarga (formasi lengkap)
  8. Kak Saeful Alam – Kak Reniyati
  9. Kak Ahmad ‘Alay’ Lailatul Hadi – Kak Iyet Rahmiyati (formasi lengkapp)
  10. Kak Abdul ‘Abede’ Wahab
  11. Kak Ahmad ‘Ajay’ Jaelani – Kak Rohana (formasi lengkap)
  12. Kak Jonny Syatri – Kak Sri Rina Marlina (formasi lengkap)
  13. Kak Mohamad Darmanto
  14. Kak Khairil ‘Choan’ Anwar
  15. Kak Istiqomah
  16. Kak Ade ‘Adam’ Darmwan
  17. Kak Arief Suci
  18. Kak Nurul Abdul Rozak
  19. Dua warga Racana angkatan 2010 (lupa namanya?) 🙂

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna Pandega/95)

Pengumuman: Undangan untuk para JAWARA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam silaturahim kami haturkan kepada kakak-kakak kami tercinta beserta keluarga, semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat dan sukses selalu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amiiin

Ya, guna mengeratkan jalinan simpul-simpul tali silaturahim antar warga dan alumni Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, UIN Jakarta kembali menggelar pertemuan rutin yang akan diselenggarakan pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 6 Juni 2010
  • Waktu: pukul 11.00 – selesai (diawali dengan makan siang bersama)
  • Tempat: Kediaman Kak Ali Ghozi – Kak Nung Nurhayati.
  • Jl. Warakas VI Gang 15, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Telepon 021-65301460.

Ada banyak agenda yang bakal kita bicarakan seputar Racana, Warga Racana, Pramuka, Info Seputar Dunia Kampus, Rencana Pendirian Badan Hukum, Rencana Program Kerja 3 tahun ke depan. Untuk itu, mohon kesediaan kakak-kakak untuk menyempatkan waktunya sekedar bertukar fikiran, curah gagasan, sharing ide dalam pertemuan kali ini.

Demikian undangan ini kami sampaikan semoga kakak-kakak sekalian berkenan hadir dalam rangka memperat tali silaturahim antar anggota Racana dari hulu sampe hilir. Dan tentunya kami haturkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ciputat, 10 Mei 2010

atasnama JAWARA (Jalinan Warga dan Alumni Racana)

Fatahillah – Nyi Mas Gandasari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi:
1. Kak Ali Ghozi (tuan rumah): 081382224111, 0817884421, 081511771175.
2. Kak Yulina (purna pandega/1993) : 08129527069
3. Kak Hayat (purna pandega/1995) : 081316023454
4. Kak Anwar (koordinator DKP/2006): 085691112474
5. Kak Adam (KDR 2010-2011) : 085691979012

Sebagai gambaran RUTE menuju ke rumah Kak Ghozi-Kak Nung adalah:
Buat yang naik angkutan umum
Dari Ciputat/Lebak Bulus/Blok M/Pasar Rebo/Kp Rambutan/Kalideres/Depok/Pulogadung/Rawamangun naik BIS jurusan Terminal TANJUNG PRIOK. Nah dari terminal Tanjung Priok, naik APB 04 turun di SMP 129 atow Gang 15/Masjid Miftahussalam. Langsung tanya deh rumah Kak NUNG ato ALI GHOZI.

Buat yang naik kendaraan sendiri (motor/mobil)
Mobil, motor dan sejenisnya mengarah ke Pool Plumpang (Tj. Priok) dari arah Cempaka Putih, pas di Pool Plumpang sebelum jembatan penyebarangan masuk Jl. Sungai Bambu Raya mengikuti jalur APB 03 dan setelah ketemu APB 04 (Gang 8) ikuti arahnya hingga 7 gang berikutnya sampailah di Gang 15, langsung masuk Gang dan itulah lokasi Rumahnya Kak Ghozi/Kak Nung.

Lain-lain dari arah manapun naik apapun, fokus aja ke WARAKAS VI Gg. 15 ancer-ancernya SMP 129/Masjid Miftahus Salam.

@@@

Undangan ini dibuat dan diposting oleh K’ Hayat (purna Pandega/95)

Pengumuman : Arisan

PENGUMUMAN

Pengumuman penting, keluarga besar Racana UIN Jakarta bakal segera meliris sebuah kegiatan ‘pengikat’ rasa kangen diantara sesama warga baik yang masih aktif  kuliah maupun yang sudah bertebaran dimana-mana. Kali ini ARISAN perdana insya Allah bakal digelar pada:

  • Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Februari 2010
  • Waktu   : Pukul 12.00 – selesai (diawali dengan makan siang bersama)
  • Tempat : Rumah Kak Riza & Dina, Jl. Cilandak Dalam  no 1 (Belakang CITOS)  tlp: 021-7507205
  • Acara   : ARISAN plus-plus (Silaturahim, Temu Kangen, Sharing, Info Bisnis dll)

Arisan?? Ya Arisan… tau kan Arisan? itulooh ah masa sih dah pada gede ga ngerti siii? kalo masih penasaran apa itu arisan tar deh kalo udah waktunya tiba dijelasin selengkap-lengkapnya oleh yang berwenang yaaaa….

Intinya sih, ini acara buat ngumpul silaturahim antar sesama pramuka yang dulu ikut di kelas mahasiswa UIN Jakarta… ituloh kelas Racana yang pake baju coklat-coklat itu… ah masa ga tau siih…

Acara ini berlaku untuk semua anggota Racana siapa saja deh yang ngaku dulu ato sekarang masih ikut kegiatan Racana. Jadi bukan untuk yang udah jadi senior/lulus aja yaaa… yang baru gabung di Racana juga boleh ikutan ARISAN ini… sekalian bersilaturahim, kenalan dengan para pendahulu, dedengkot atau apa namanya deh….

ARISAN ini yang pertama kalinya, jadi soal besaran nominalnya nanti disepakati pada hari H-nya, cuma sebagai gambaran saja bahwa para pendahulu ada usulan 50.000 perak tiap pertemuannya… terus dapetnya berapa?? ya tergantung yang ikut dan dibagi berapanya… oke…

Tiada kesan tanpa kehadiranmu kakak-kakak tercinta….

Salam jabat erat selalu dari kami….maaf kalo agak mendadak posting-nya hehehehe… maklum baru inget

turut mengundang:

  • Keluarga Besar Kak Riza (purna Pandega/95) dan Kak Dina (Purna Pandega/97)
  • Koordinator Dewan Kehormatan Pandega beserta Anggotanya
  • Dewan Racana Pandega beserta jajarannya

@@@

*Ditulis dan diposting oleh Hayat F (Purna Pandega/95)

Berkarya nyata, bergembira ria, menuju cita-cita nan mulia

Kami Bangga Memilikimu

Indahnya kebersamaan dan kekeluargaan kami, meski adakalanya yang namanya marah-marah, kesal, sebel, kadang bikin bete menghiasi perjalanan hidup kami sebagai organisasi, keluarga besar, yang dihuni dari berbagai macam watak, karakter, budaya dan gaya yang berbeda… hmmm tapi satu jua, Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia…

Kak Adam, Ketua Dewan memberikan bekal berupa energi tambahan dalam bentuk susu UHT... biar kuat dalam perjalanan

Kak Yuli, Waka Dewan dan Kak Adam, Ketua Dewan kembali memberikan bekal 'angpao' untuk antisipasi di perjalanan..."tapi bukanya nanti yaaa kalo kalian tiba di Malang," kata Kak Yuli.

Kak Imam, atasnama Senioren memberikan bekal berupa 'angpao' pula yang merupakan titipan dari Kak Ghozi yang tidak bisa hadir..."Wah tebel banget kak amplopnya, isinya berapa neh?" ujar Kak Didi saat menerima amplop.

Kak Anwar kembali menyampaikan amanah dari salah seorang senior yang karena ga mau dipublikasi alias difoto, memberikan amplop berisi KOIN CINTA dari senior pada juniornya... "mungkin kamu bisa rasakan isi amplop ini, inilah koin cinta kami pada kalian," ujar Kak Anwar.

Dan momen inilah yang menjadi bekal tak terhingga begitu dahsyatnya bagi para pengembara sebelum melakukan perjalanan..."Hati-hati di jalan, jaga kekompakan, kebersamaan, doa kami menyertai kalian," begitu kira-kira yang dilontarkan para senior pada juniornya pagi menjelang siang itu.

Dan akhirnya mereka pun melangkahkan kaki dengan begitu ringan, tanpa beban meski beban dipunggung mereka begitu berat sebagai perbekalan selama sepekan di Malang... selamat jalan semoga sukses..

Kalau dilihat dari momen-momen yang diabadikan dalam gambar di atas, sadar atau tidak, ibarat sebuah keluarga, kami sesama anggota Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, UIN Jakarta ternyata saling memiliki. Ada keterkaitan diantara mereka, meski semuanya dipertemukan ketika menjejaki usia dewasa muda. Bahkan asal muasalnya pun berlainan, ada yang dari pribumi Jakarta, ada pula yang datang dari daerah nun jauh di ujung barat Indonesia sana. Ya, meskipun di satu sisi ada pula yang memang ada diantara kami yang berasal dari hubungan sedarah alias saudara kandung. Namun ketika semuanya itu bertemu di keluarga bernama Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, semuanya menjadi satu menduduki posisinya masing-masing. Tentunya yang lebih dulu menjadi kakak yang bijak, sementara yang gabung belakangan ya mau tidak mau menjadi adik yang baik, meski ‘semesternya’ tua.

Dan memang seperti itulah kami, Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, rasa kekeluargaan lebih kental. Seperti yang terjadi saat melepas 25 (adik-adik) peserta pengembaran ke Malang, tanpa mereka (peserta) ketahui sebelumnya, para ‘senior’ baik yang hadir maupun tidak hadir menitipkan sesuatu ‘bekal’ untuk perjalanan mereka selama mengembara… dan memang ini sudah menjadi tradisi tak tertulis kami yang selalu memberikan yang terbaik sesama anggota….

Saat foto-foto ini diposting, konon menurut kabar, para pengembara 2009 tengah siap-siap menuju kembali ke pangkuan Racana UIN Jakarta… paling tidak dalam jadwal yang mereka buat, diperkirakan Sabtu, (20/2) siang mereka tiba di kampus Ciputat.

@@@

*Ditulis dan diposting oleh Hayat F (Purna Pandega/95)

Berkarya nyata, bergembira ria, menuju cita-cita nan mulia

Senior Bukan Tukang Gergaji Kreativitas Juniornya

“Ah udah capek, ninggalin kuliah, masih aja diomelin ama senior. Maunya apa sih mereka?”

Pastinya, keluh kesah seperti diatas pernah dilontarkan oleh anggota sebuah organisasi pembinaan, termasuk Racana sebagai salah satu wadah pembinaan bagi pramuka usia pandega (21-25 tahun). Bahkan bisa jadi dumelan seperti itu pernah didengar atau sampe di telinga para senior yang dimaksud.  Ya, pasalnya penulis sendiri pernah merasakannya, mendengarnya dari ‘junior’. Tak heran bila, ada anggapan bahwa keberadaan senior hanya sebatas ‘tukang gergaji’ kreativitas para anggota.

Tentunya, anggapan seperti itu, diakui atau tidak bisa jadi ada benarnya. Namun tergantung dari sudut mana kita menyikapinya. Bagi kalangan anggota junior, kadang kala senior adalah ‘algojo’, namun di suatu saat kadang pula jadi ‘dewa penyelamat’. Sejatinya, sebutan senior dan junior muncul hanya karena satu pihak gabung terlebih dahulu sementara pihak -yang disebut junior– baru bergabung. Dan kondisi itu terus belanjut hingga waktu yang belum diketahui nanti. Tepatnya sampe organisasi itu masih melakukan rekrutmen, ya sebutan senior-junior akan tetap ada.

Nah, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa senior bukan berarti yang lebih pinter, lebih tahu, lebih menguasai atau lebih-lebih lainnya. Hanya saja, senior itu ada karena adanya junior berikut-berikutnya. Bisa saja, situasi dan kondisi serta ruang dan waktu yang berbeda itulah yang kadang menjadikan sang senior merasa lebih mengetahui, menguasai dan lain halnya. Pun dengan junior, yang merasa lebih tahu situasi, kondisi dan kebutuhan yang ada saat ini. Sehingga tak heran, ketika para junior mengadakan suatu kegiatan, lantas dicap oleh senior sebagai langkah yang salah atau sebagainya yang notabene tidak sesuai dengan aturan terkadang tanpa pikir panjang selalu balik mencap senior sebagai tukang gergaji segala kreativitas mereka. Inilah yang kadang menjadi ‘pemicu’ munculnya konflik antara senior dan junior.  Termasuk di dalam tubuh organisasi pramuka pandega atau yang disebut racana.

Jadi, menurut hemat saya, salah bila senior hanya tampil sebagai tukang gergaji. Meski kehadiran mereka yang terkadang selalu lebih tampak seperti tukang gergaji, tak dipungkiri pula. Namun saya, yakin, kehadiran mereka dengan ‘penampakan’ seperti itu bukan lain dan bukan tidak hanya untuk menempatkan sesuatunya tetap pada jalurnya, yang tentunya sesuai dengan aturan, bukan mengada-ada. Memastikan apa-apa yang dijalankan para juniornya itu berjalan sebagaimana mestinya.

Begitu pula dengan junior,  menurut penulis, salah bila selalu menilai dan menganggap keberadaan senior selalu menjadi tukang gerjaji, yang siap memotong kreativitas dan semangat mereka dalam berorganisasi. Sebisa mungkin para junior pun lebih bisa menerima dan menghormati keberadaan mereka sewajarnya saja, sebagai para pendahulu. Dan sebisa mungkin jadikan mereka sebagai rujukan, panduan dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan. Bukan berarti mereka lebih tahu atau lebih menguasai, tapi bisa jadi memang mereka para senior lebih paham dan mengerti.

Jadi, ungkapan diatas yang kadang dilontarkan para anggota baru/muda terhadap anggota lama/tua sudah menjadi rahasia umum. Dan hal ini yang tanpa disadari menjadi ‘daya gedor’ yang kuat bagi perkembangan sebuah organisasi. Karena tanpa disadari pula, keluh kesah seperti itu bisa jadi karena ketidaktahuan mereka para junior, terhadap karakter serta watak dari para seniornya –karena ruang dan waktu yang berbeda– yang belum tentu semua sama.

Toh senior juga manusia, yang tak pernah luput dari kekurangan dan ketidaktahuan. Pun juga junior, yang baru bergabung tentunya belum begitu banyak tahu tentang kehidupan mereka para senior semasa menjadi anggota dan junior dulu. hehehehe…. Peace para senior, peace para junior!!!

Semoga tulisan ini menjadi pemantik untuk menyalakan api unggun agar bisa berkobar, menyala-nyala di malam yang gelap gulita. Salam Pramuka!!!

=======

@@@

*Ditulis dan diposting oleh Hayat F (Purna Pandega/95)

Berkarya nyata, bergembira ria, menuju cita-cita nan mulia

Tulisan ini ditulis oleh seorang senior, sebagai kritik terhadap dirinya dan ‘lembaga’ senior itu sendiri juga pada junior yang menjadi binaanya.