Silaturahim ala JAWARA

 

 

Ceritanya lagi gaya bebas ala Jawara

 

Bosan? Ah sepertinya, kata dan kondisi itu hingga detik ini belum pernah dirasakan oleh para Jawara UIN Jakarta. Ya, paling tidak, meski kerap mengadakan pertemuan, namun pertemuan yang dikemas dalam bingkai silaturahim dan halal bi halal waga dan alumni Racana UIN Jakarta tetap tak membosankan. Bahkan kerap menimbulkan rasa kangen untuk kembali bisa bertemu di pertemuan berikutnya.

Yup, itulah sebagian komentar yang berhasil kami rangkum dari beberapa Jawara yang berkesempatan hadir pada pertemuan kelima sekaligus Halal bi Halal yang berlangsung di kediaman Kak Alam (purna Pandega/00) dan Kak Reni (purna Pandega/01), Minggu, (10/10) kemarin di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, selain membahas persoalan-persoalan yang dihadapi oleh Pengurus Dewan Racana Pandega mengenai pola pembinaan, kegiatan maupun rencana kegiatan yang bakal mereka jalankan. Semisal seputar peringatan hari jadi Racana UIN Jakarta yang jatuh pada tanggal 30 Oktober serta beberapa kegiatan turunannya. Tidak hanya itu, wadah Jawara (Jalinan antar warga dan alumni Racana) memang kerap sekali menjadi ajang ‘curhat’ para punggawa Dewan Racana Pandega seputar tugas dan tanggungjawabnya menjalankan amanah, meneruskan titah, memandu kepanduan ini di lingkungan kampus dan masyarakat pada umumnya. “Ya mumpung disini ada kakak-kakak senior yang tentunya lebih mengerti dan pengalaman, kenapa tidak kita mengadu, berbagai persoalan yang kami hadapi,” tutur Kak Adam, sang nahkoda Racana UIN Jakarta.

Cukup menyita waktu untuk membicarakan berbagai hal yang dilontarkan oleh para Jawara yang masih menyandang status mahasiswa ini. Bahkan saking menyitanya, akhirnya disepakati untuk diadakan pertemuan kembali. Adapun waktu dan tempatnya akan diatur oleh Dewan Racana. Selain membicarakan banyak hal seputaran Racana, tak ketinggalan beberapa program Jawara pun menjadi topik diskusi pada pertemuan itu. Salah satu yang dibahas dalam kesempatan itu adalah rencana pembentukan lembaga formal. Nah, karena waktu yang tidak cukup, draft rencana pembentukan lembaga itupun akhirnya pada dibawa pulang oleh para Jawara untuk dipelajari kembali. “Memang sih ini draft boleh dibilang sudah hampir matang, tapi dimohon kepada jawara untuk memberi masukan, sebelum nantinya disahkan,” ujar Kak Hayat, purna Pandega selaku pengusul dan penyusun draft.

Sementara, program Koin Jawara yang kali ini memasuki periode kedua terkumpul sekira Rp 106.950. Meski terlihat kecil jumlahnya, namun diyakini oleh para Jawara bakal menjadi spirit untuk terus mengumpulkan koin demi koin yang terserak, baik di rumah, kosan maupun di sanggar. Sebelumnya, pada periode pertama terkumpul sekira Rp 150 ribu. Memang, dalam kesempatan kemarin, ada beberapa Jawara yang mengaku kumpulan ‘koin’ ketinggalan di rumah. Bahkan ada pula yang mengaku, koin yang dimaksud malah diakui menjadi milik putrinya. Dengan demikian, ada efek positif dari pengumpulan koin ini pada keluarga tersebut, bahwa si putri tersebut ada niat untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit ‘uang’ dalam bentuk koin yang ‘terkadang’ terserak begitu saja di sudut rumah. okelah tak mengapa 🙂

Pertemuan yang ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kak H Taslimunnadzir itu tidak lantas menandai berakhirnya acara pertemuan para Jawara sore hari itu. Seperti biasa usai bercengkrama satu sama lain, tak lengkap rasanya jika tidak ada sesi foto. Akhirnya, sesi foto-foto pun berlanjut meski ada beberapa Jawara yang sudah keburu pulang.

Untuk pertemuan selanjutnya, –dua bulan ke depan– akan berlangsung di rumah kediaman Kak Ahmad ‘Alay’ Lailatul Hadi  (purna pandega 00) dan Kak Iyet Rahmiyati (purna pandega 01), pada Minggu, 19 Desember 2010 di kawasan Bekasi. Untuk kepastiannya, undangan akan kami publis sebulan menjelang hari pelaksanaan, jika tidak ada perubahan.

Paling tidak yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah:

  1. Kak H Abdul Salam, purna pandega’89
  2. Kak Abas Sabarudin, purna pandega’92 beserta keluarga
  3. Kak H Ali Ghozi, purna pandega’94 – Kak Nurhayati, purna pandega’95, beserta purti
  4. Kak Hayat Fakhrurrozi, purna pandega’95 beserta keluarga
  5. Kak Jonni Syatri, purna pandega’96 – Kak Sri Marlina, purna pandega’00, beserta putra
  6. Kak H Taslimunnadzir, purna pandega’96 – Kak Titin Aryanti, purna pandega’97
  7. Kak Arif Aryadi A, purna pandega’98 beserta keluarga
  8. Kak Abdul Wahab, purna pandega’99
  9. Kak Saeful Alam, purna pandega’00 – Kak Reniyati, purna pandega’01 (tuan rumah)
  10. Kak Ahmad ‘Alay’ Lailatul Hadi, purna pandega’00
  11. Kak Lisa Oktarina, purna pandega’98, beserta putri
  12. Kak Uun Yusufa, purna pandega’98
  13. Kak Dina Saptarina, purna pandega’98
  14. Kak Ardi Supardi, purna pandega’00
  15. Kak Mushowwir, purna pandega’99
  16. Kak H Rahman WP, purna pandega’99
  17. Kak Nurul Iman, purna pandega’04
  18. Kak Towil Akhiruddin, purna pandega’04
  19. Kak Khairul Anwar, pandega’06
  20. Kakak-Kakak pengurus Dewan Racana dan beberapa anggota/warga aktif angkatan 2007 sd 2010.

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna pandega/95)

Iklan

Indahnya Silaturahmi

Sejatinya, silaturahmi itu begitu indah dan memesona. Ya, indah dipandang mata, indah pula dirasa hati. Tak terpikir akan lelahnya fisik usai menempuh perjalanan, karena seakan hilang begitu tiba dan menyaksikan rona-rona bahagia yang menyemburat dari para sahabat.

Untuk ke sekian kalinya, kami melepas kangen antar sesama Jawara [Jalinan Alumni dan Warga Racana] UIN Jakarta yang tersebar di seantero (baca: jabodetabek). Dan pada Minggu, 8 Agustus 2010 kemarin, pertemuan rutin para Jawara dilaksanakan di kediaman Kak Arif Aryadi di Perumahan Guru Al-Falah 1, Parakan, Pamulang 2, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah, pertemuan yang diawali dengan sholat berjamaah dzuhur, lalu dilanjut dengan makan siang bersama ini berjalan lancar. Usai santap siang bersama, acara dilanjut dengan obrolan seputaran Racana dan aktivitas hidup dan kehidupan masing-masing Jawara. Mulai dari pengalaman para ‘tetua’ yang pada saat itu turut hadir, seperti Kak Nanang Syaikhu (purna pandega/87) yang konon mengaku tak menyangka sebelumnya, jika akhirnya kumpul-kumpul lintas generasi ini bisa dirasakan. “Dulu, waktu saya dan teman-teman mencoba menghidupkan Pramuka di Kampus, tak pernah menyangka jika pada akhirnya sekarang ini ada yang namanya Jawara, sebuah upaya untuk menghimpun orang-orang yang pernah dulu berkumpul bersama di dalam bingkai Racana. Tentunya, ini harus dilakukan terus untuk menjaga silaturahmi diantara kita,” ujarnya.

Tentunya, acara tak melulu dengan saling mencurahkan nostalgia masa-masa lalu. Ajang ini pun kerap dimanfaatkan sebagai ‘latihan’ para Jawara untuk lebih bisa ‘eksis’ dan menempa mental sebagai bekal hidup di kemudian hari. Seperti apa yang dilakukan oleh Kak Slamet (Pandega/07), warga Racana aktif yang menjajal kemampuannya ‘dagang’ sarung di tengah-tengah komunitasnya sendiri. Tak ayal ia pun kerap jadi ‘sasaran tembak’ para Jawara dengan gaya yang khas ala warga Racana. Penuh canda, sedikit menohok namun tentunya tak ada maksud apa-apa. Ya, hanya sekedar ‘menguji’ daya juang para warganya. Rupanya, ia terprovokasi dan seakan untuk membuktikan omongan para ‘senior’ yang selalu mengumbar omongan jadikan forum ini sebagai ajang kalian untuk berbagi informasi, keluh kesah, curhat, hingga bisnis, atau pedekate dalam rangka mencari jodoh sesama warga. Dan, memang upaya Kak Slamet pun berujung untung, pasalnya beberapa helai sarungnya dibeli Jawara yang hadir.

Dan, mengenai agenda utama dalam pertemuan tersebut yaknipengumpulan KOIN JAWARA dan seputar program pendirian lembaga baru bisa dibicarakan menjelang akhir waktu pertemuan. Ya, selain sambil menunggu Jawara yang lain, juga tentunya untuk menjauhkan acara dari kesan formal. Soal KOIN JAWARA dalam pertemuan itu akhirnya setelah dikumpulkan bersama dan dihitung terkumpul sekira 150 ribu rupiah. Dan upaya pengumpulan ini tidak berhenti disini, kami terus mengajak kepada para Jawara untuk berpartisipasi untuk mengumpulkan koin-koin recehnya dan pada waktunya nanti kita kumpulkan bersama untuk dihitung pada pertemuan berikutnya Oktober mendatang.

Sementara untuk rencana beberapa program lainnya, karena berbagai kesibukan serta hal lainya, beberapa Jawara yang diamanahi untuk menyusun konsep belum bisa memaparkan konsepnya dalam pertemuan tersebut. Akhirnya disepakati beberapa program yang pernah disepakati pada pertemuan sebelumnya akan dipresentasikan pada pertemuan mendatang.  Dalam kesempatan itu pula, Dewan Racana Pandega Fatahillah – Nyi Mas Gandasari UIN Jakarta memaparkan berbagai program ke depannya, lebih khusus lagi yang berkaitan dengan program hari jadi Gerakan Pramuka dan Racana UIN Jakarta. Tak lupa mereka pun mengundang para Jawara untuk bisa hadir dalam acara buka puasa bersama sekaligus memperingati HUT Gerakan Pramuka yang jatuh pada hari Sabtu, 14 Agustus 2010 nanti.

Dan seperti biasa, acara pun diakhiri dengan sesi foto bersama. Betapa indahnya silaturahmi yang secara terus menerus memberi energi positif. Pun tentunya dengan para Jawara yang tak bisa hadir dalam kesempatan itu, semoga informasi ini memberi kabar indah seindah dari makna silaturahmi itu sendiri. Semoga 🙂

Untuk pertemuan berikutnya akan berlangsung di rumah Kak Alam-Kak Reni di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada  Minggu, 10 Oktober 2010. Insya Allah, undangan menyusul kemudian.

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna pandega/95)

Nikmatnya Silaturahmi

Jauh di mata, dekat di hati. Ya, meski dirasa jauh dan memang terasa jauh terlebih harus nyasar kala melangkah menuju ke kawasan utara bagian Jakarta, tepatnya kelurahan Warakas, dimana pertemuan ini digelar. Namun tetap tak menyurutkan para Jawara untuk menjejakinya. Inilah nikmatnya silaturahmi, persahabatan, perkawanan, persaudaraan yang dilandasi dengan ‘hati’. Dan memang, meski jauh di mata, tapi dekat di hati.

Tak terkira nikmatnya memang, ketika jauh-jauh dari Cibinong, Sawangan, Depok, Cengkareng, Pamulang ke Waramas, akhirnya bersua saudara tua dan muda yang dulu pernah seasa dan seide untuk tetap menyatu dalam bingkai silaturahmi. Tak sekedar nikmat batin saja, nikmatnya lidah saat menyantap soto lamongan plus-plus yang maknyus mampu menghilangkan kepenatan lelahnya perjalanan. Tak hanya itu, tatapan mata teman, sambutan mesra teman, selorohan hingga banyolan teman kian menambah angin segar semangat untuk terus bersilaturahmi. Lagi-lagi nikmat yang tak terkira dan membuat ingin terus bersua. Dan kala berpisah, rasanya tak sabar lagi untuk bersua di pertemuan Agustus mendatang.

“Inilah nikmatnya, silaturahmi, tak cuma menyambung hubungan tapi semangat dan mungkin merajut kembali janji-janji yang pernah terucap diantara kita yang pernah terputus oleh ruang dan waktu,” ujar Kak Riza saat membuka pertemuan Jawara, Minggu (6/6) lalu.

Pun dengan Kak Ali Ghozi, selaku tuan rumah dan salah seorang yang dituakan selain Kak Abas Sabarudin –yang memang lebih tua diantara Jawara yang hadir– menegaskan, bahwa Warakas memang jauh tapi kayaknya bukan menjadi halangan bagi para Jawara untuk menejajakan kakinya. “Jauh memang, tapi rasanya ya kok dekat aja, kan?” ujarnya.

Dalam pertemuan yang merupakan kali kedua itu, selain saling bersua untuk berbagi rasa kangen, kali ini diisi dengan membicarakan ‘sesuatu’ yang boleh jadi agak berat dari sebelumnya. Diantaranya adalah;

  1. Pencanangan Gerakan KOIN JAWARA
  2. Pembentukan tim panitia kerja (panja) pendirian lembaga
  3. Pembentukan tim panitia kecil (pancil) PW
  4. Pengumpulan Dana Peduli Racana

Gerakan KOIN JAWARA

Ya, akhirnya dari pertemuan tersebut para Jawara menyepakati untuk menjalankan program Koin Jawara. Dimana program ini merupakan upaya ‘nyumbang‘ dari para Jawara dalam bentuk koin alias uang recehan yang ada di rumah masing-masing. Sehingga, koin-koin receh itu bisa diberdayagunakan. Karena, sejatinya uang recehan dalam bentuk koin itu pun tetap memiliki nilai nominal yang jika dikumpulkan akan mampu meningkatkan nilainya dan nominalnya tentunya.

Untuk itu, kami mengharap kepada para JAWARA (Jalinan antar Warga dan Alumni Racana) UIN Jakarta di manapun berada baik yang masih aktif sebagai warga Racana maupun para alumni untuk mengumpulkan koin-koin uang recehan mulai dari Rp 50, 100, 200, 500 atau 1.000 di celengan khusus yang disediakan masing-masing Jawara. Tentunya bentuk dan model dari celengan tersebut, bebas tergantung para Jawara mau menggunakan celengan plastik, celengan keramik, celengan kaleng atau kreasi sendiri tak masalah. Nah, celengan yang telah diisi koin-koin receh para Jawara itu kemudian, nanti pada pertemuan berikutnya di rumah Kak Arif Aryadi (mantan KDR, mantan Ketua DKD DKI) pada Minggu, 8 Agustus 2010 harus dibawa dan hasilnya akan dikumpulkan bersama.

Dan tentunya, gerakan ini akan terus berjalan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Dalam artian, tidak hanya sampai di pertemuan berikutnya nanti, tapi terus berlanjut, usai dikumpulkan bersama, celengan kembali dibawa para Jawara untuk kembali di isi. Sebisa mungkin setiap Jawara tetap mengajak anggota keluarganya untuk mengumpulkan uang receh yang kadang tergeletak begitu saja di rumah melalui celengan tersebut. Sebaiknya satu keluarga satu celengan dan akan dibuka/dikumpulkan bersama setiap dua bulan sekali dalam pertemuan berikutnya. Sementara untuk Warga Racana aktif akan dijadikan satu dan dipusatkan di Sanggar, tapi tentunya tidak menutup kemungkinan bagi Warga Racana aktif untuk mengumpulkan secara pribadi.

Semoga program ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat.

Pembentukan tim Panja Pendirian Lembaga

Wacana ini kerap diperbincangkan oleh kakak-kakak dalam setiap kesempatan dan pertemuan. Namun sayang, hingga saat ini masih dalam taraf wacana. Meski beberapa waktu yang lalu, pada saat pertemuan halal bi halal ada semacam pendelegasian kepada beberapa alumni untuk menindaklanjuti hasil obrolan tersebut. Nah, akhirnya sesuai kesepakatan dalam pertemuan itu dibentuklah tim Panja (pantia kerja) untuk menyiapkan mulai dari konsep hingga beragam keperluan administrasinya.  Tim ini beranggotakan para Jawara dibantu dua warga Racana aktif. Diantaranya Jawara yang ditunjuk adalah Kak Ghozi, Kak Hayat, Kak Riza, Kak Arif Aryadi, dan dua orang dari warga Racana aktif (Kak Adam dan Kak Arief). Tim Panja ini akan bekerja selama sebulan sejak Senin 7 Juni hingga 6 Juli nanti dan diharapkan hasil kerjanya akan bisa dipresentasikan pada pertemuan di rumah Kak Arif Aryadi, Minggu 8 Agustus mendatang.

Pembentukan tim Pancil PW 2010

Wow… sepertinya terdengar begitu seru kiranya, kalau rencana ini bisa terlaksana. Ya, sebagian besar alumni Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, UIN Jakarta sudah tersebar di mana-mana. Rasanya, jika dikumpulkan dalam sebuah perkemahan akan tampak seru, layaknya sebuah perkemahan tingkat nasional yang diwakili oleh masing-masing daerah. Lantas kenapa tidak kita selenggarakan sebagai bentuk ‘reuni’ atau sekedar bernostalgia masa-masa lalu dengan atmosfer masa kini yang tentunya jauh berbeda baik ruang dan waktunya. Tentunya kegiatan ini tak sekedar melibatkan ‘pribadi’ alumni yang bersangkutan, melainkan menghadirkan pula ‘cikal’ penerus jalinan pertemanan, persahabatan dan kebersamaan kita yakni putra dan putri atau bahkan cucu? dengan warga Racana aktif, sehingga tetap terjaga.

Untuk mewujudkannya itu, berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan kemarin dibentuklah tim Panitia Kecil (pancil) PW 2010, dan ditunjuklah Kak Abdul ‘Abede’ Wahab sebagai Project Officer-nya, Kak Anwar dan Kak Isti sebagai Co-Project Officer dibantu Kak Adam selaku Ketua Dewan Racana dan Kak Yuli RS selaku Wakil Ketua Dewan Racana. Rencananya, gelaran ini akan dijadikan satu dengan kegiatan hari jadi Racana Oktober mendatang. Tim Pancil ini akan bekerja selama dua bulan berjalan dan harus sudah siap mempresentasikan konsepnya pada pertemuan Agustus mendatang di rumah Kak Arif Aryadi.

Pengumpulan Dana Peduli Racana

Inilah gerakan sekaligus ajakan spontan yang memang kerap dilakukan para Jawara di setiap pertemuan. Dan pada pertemuan kemarin, kami menggelar Pengumpulan Dana Peduli Racana yang memang akan dipergunakan untuk hal-hal yang mendesak. Seperti halnya, dalam kesempatan kemarin, dana tersebut untuk membantu penyelesaian website milik Racana yang tengah bermasalah. Selain itu dana yang terkumpul kemarin juga didistribusikan untuk sedikit memberi ‘bekal’ bagi warga Racana aktif yang hendak menghadiri resepsi dua warga Racana yang mengikatdiri dalam ikatan pernikahan di daerah Ciamis, Jawa Barat.

Namun tentunya, pengumpulan ini tidak berhenti pada kesempatan kemarin saja, melainkan kami mengajak kepada para Jawara (aktif maupun para alumni) yang berminat untuk menyumbangkan sebagian dari rizkinya bisa menyalurkannya ke rekening yang telah ditunjuk. Dalam hal ini Rekening Bank milik Kak Hayat. Untuk para Jawara yang hendak menyumbang mohon menghubungi/sms ke nomor 081316023454, nanti nomer rekening akan kami beritahukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Tenang saja, tak usah kuatir, setiap sumbangan yang masuk akan dilaporkan di blog ini.

Adapun pengumpulan dana kemarin telah terkumpul sebanyak Rp 300.000,- yang berasal dari Kak Abas, Kak Ghozi dan Kak Riza masing-masing Rp 100.000,- Ayo siapa akan menyusul?? segera hubungi Kak Hayat atau Kak Riza.

Pertemuan kemarin, paling tidak dihadiri oleh:

  1. Kak Ali Ghozi –  Kak Nurhayati (Tuan Rumah)
  2. Kak Abas dan keluarga (formasi lengkap)
  3. Kak Azwar Riza – Kak Dina Saptarina (formasi lengkap)
  4. Kak Neneng alias Noorhasanah
  5. Kak Hayat
  6. Kak Taslimunadzier – Kak Titien A
  7. Kak Arief Aryadi A dan keluarga (formasi lengkap)
  8. Kak Saeful Alam – Kak Reniyati
  9. Kak Ahmad ‘Alay’ Lailatul Hadi – Kak Iyet Rahmiyati (formasi lengkapp)
  10. Kak Abdul ‘Abede’ Wahab
  11. Kak Ahmad ‘Ajay’ Jaelani – Kak Rohana (formasi lengkap)
  12. Kak Jonny Syatri – Kak Sri Rina Marlina (formasi lengkap)
  13. Kak Mohamad Darmanto
  14. Kak Khairil ‘Choan’ Anwar
  15. Kak Istiqomah
  16. Kak Ade ‘Adam’ Darmwan
  17. Kak Arief Suci
  18. Kak Nurul Abdul Rozak
  19. Dua warga Racana angkatan 2010 (lupa namanya?) 🙂

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna Pandega/95)

Pengumuman: Undangan untuk para JAWARA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam silaturahim kami haturkan kepada kakak-kakak kami tercinta beserta keluarga, semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat dan sukses selalu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Amiiin

Ya, guna mengeratkan jalinan simpul-simpul tali silaturahim antar warga dan alumni Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari, UIN Jakarta kembali menggelar pertemuan rutin yang akan diselenggarakan pada:

  • Hari/Tanggal: Minggu, 6 Juni 2010
  • Waktu: pukul 11.00 – selesai (diawali dengan makan siang bersama)
  • Tempat: Kediaman Kak Ali Ghozi – Kak Nung Nurhayati.
  • Jl. Warakas VI Gang 15, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Telepon 021-65301460.

Ada banyak agenda yang bakal kita bicarakan seputar Racana, Warga Racana, Pramuka, Info Seputar Dunia Kampus, Rencana Pendirian Badan Hukum, Rencana Program Kerja 3 tahun ke depan. Untuk itu, mohon kesediaan kakak-kakak untuk menyempatkan waktunya sekedar bertukar fikiran, curah gagasan, sharing ide dalam pertemuan kali ini.

Demikian undangan ini kami sampaikan semoga kakak-kakak sekalian berkenan hadir dalam rangka memperat tali silaturahim antar anggota Racana dari hulu sampe hilir. Dan tentunya kami haturkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ciputat, 10 Mei 2010

atasnama JAWARA (Jalinan Warga dan Alumni Racana)

Fatahillah – Nyi Mas Gandasari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi:
1. Kak Ali Ghozi (tuan rumah): 081382224111, 0817884421, 081511771175.
2. Kak Yulina (purna pandega/1993) : 08129527069
3. Kak Hayat (purna pandega/1995) : 081316023454
4. Kak Anwar (koordinator DKP/2006): 085691112474
5. Kak Adam (KDR 2010-2011) : 085691979012

Sebagai gambaran RUTE menuju ke rumah Kak Ghozi-Kak Nung adalah:
Buat yang naik angkutan umum
Dari Ciputat/Lebak Bulus/Blok M/Pasar Rebo/Kp Rambutan/Kalideres/Depok/Pulogadung/Rawamangun naik BIS jurusan Terminal TANJUNG PRIOK. Nah dari terminal Tanjung Priok, naik APB 04 turun di SMP 129 atow Gang 15/Masjid Miftahussalam. Langsung tanya deh rumah Kak NUNG ato ALI GHOZI.

Buat yang naik kendaraan sendiri (motor/mobil)
Mobil, motor dan sejenisnya mengarah ke Pool Plumpang (Tj. Priok) dari arah Cempaka Putih, pas di Pool Plumpang sebelum jembatan penyebarangan masuk Jl. Sungai Bambu Raya mengikuti jalur APB 03 dan setelah ketemu APB 04 (Gang 8) ikuti arahnya hingga 7 gang berikutnya sampailah di Gang 15, langsung masuk Gang dan itulah lokasi Rumahnya Kak Ghozi/Kak Nung.

Lain-lain dari arah manapun naik apapun, fokus aja ke WARAKAS VI Gg. 15 ancer-ancernya SMP 129/Masjid Miftahus Salam.

@@@

Undangan ini dibuat dan diposting oleh K’ Hayat (purna Pandega/95)

Pertemuan Para Jawara

Bisa jadi bagi sebagian teman-teman, ini mungkin pertemuan yang pertama dengan pihak tuan rumah setelah sekian lama sudah tak bersua. Boleh dibilang sejak keduanya dipertemukan di pelaminan waktu itu, baru Minggu (18/4) kemarin kami bisa bersua, bercanda, berbagi cerita hidup dan kehidupan yang dipertemukan dalam acara silaturahim sesama alumni dan warga Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pertemuan warga Racana UIN Jakarta lintas generasi ini seakan menjadi ‘obat’ yang menyatukan rasa kangen diantara keluarga besar Racana yang sudah tersebar di mana-mana. Meski memang, pertemuan yang digelar dua bulanan ini baru berjalan dua kali. Kali pertama digelar di rumah Kak Dina Riza (entah Kak Azwar Riza dan Kak Dina Saptarina ini merupakan ‘pasangan Racana’ yang ke berapa yang disatukan dalam ikatan dan menyatakan sebagai satu kesatuan untuk mengayuh biduk hidup bersama) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, tepatnya di belakang Cilandak Town Square. Pertemuan Minggu (18/4) kemarin di rumah Kak Rina Jonni di kawasan Depok dihadiri alumni dan warga Racana UIN Jakarta. Diantaranya mulai dari yang tua hingga yang muda: Kak Ghozi, Kak Yuna Eko, Kak Endi, Kak Hayat, Kak Riza, Kak Taslim, Kak Jonni (selaku tuan rumah), Kak Arif, Kak Icha, Kak Eka, Kak Dina, Kak Lilis, Kak Yuyun, Kak Titin, Kak Wahab, Kak Alam, Kak Alay, Kak Iyet, Kak Rina, Kak Reni, Kak Jenab, Kak Isti dan warga Racana aktif yaitu Kak Anwar, Kak Santi dan Kak Arief. Dan yang jelas pertemuan ini diramaikan pula dengan hadirnya ‘kurcaci’ yang dibawa serta.

Acara sendiri sesuai undangan adalah 10.30 WIB, karena lokasi pertemuan merupakan kawasan yang terkenal macet, maka tak heran jika para ‘jawara’ ini baru bisa berkumpul bersama lepas sholat dhuzur.  Usai menyantap hidangan makan siang yang disediakan oleh tuan rumah, para ‘jawara’ pun mulai berkumpul lagi di ruang tengah untuk sekedar berbagi informasi, ngobrol, saran dan masukan seputar Racana dan kegiatan yang bakal dilaksanakan berikutnya. Selain itu para ‘jawara’ ini tak lupa merancang sebuah acara besar yang bakal digelar, apa itu?? tunggu saja tanggal mainnya. hehehehehe 😉

Nah, mungkin para pembaca bertanya-tanya ada kata ‘jawara’ dipostingan kali ini yang disebut berkali-kali, terlebih di judul pun kata itu dengan jelas tertulis. hehehehe 😉 penasaran yah?

Jadi begini ceritanya. Kata JAWARA itu tak lain tak bukan sekedar singkatan dari kumpulan alumni Racana UIN Jakarta ini (Jalinan Warga Racana) yang diusulkan oleh Kak Ghozi pada pertemuan kemarin. Sebelumnya, pada pertemuan di rumah Kak Riza, Februari yang lalu disepakati nama HIMWARA (Silaturahim Warga Racana), nah entah untuk lebih keren atau agar lebih ‘kuat’ maka nama JAWARA diambil. Sejatinya, memang tanpa nama pun kami tetap menyatu dalam bingkai Racana UIN Jakarta. Karena ini merupakan kumpulan yang isinya alumni dan warga (termasuk orang-orang yang secara tidak langsung akhirnya menyatu karena satu ikatan di dalamnya seperti suami/istri/anak) di luar lingkungan kampus UIN Jakarta.

para ALJAWARA foto bareng JAWARA (foto dok. kominfo DRFN)

Jadi, tak heran bila kami menyebutnya JAWARA  untuk para alumni Racana UIN Jakarta ini. Uniknya, untuk ‘cikal’ penerusnya (anak) dalam hal ini disebut ALJAWARA yang merupakan tambahan nama bagi anak dari pasangan para Jawara ini, meski hanya salah satunya saja (istri/suami) yang pernah bergabung di Racana UIN Jakarta, apalagi dua-duanya merupakan warga Racana UIN Jakarta, jelas sudah, nama itu dengan sendirinya nempel.

Dalam pertemuan kemarin pun Kak Yuna kembali didaulat sebagai Ketua, Kak Titin sebagai Bendahara dan Kak Erna selaku Sekretaris. Hal ini berdasarkan kesepakatan pertemuan sebelumnya yakni di rumah Kak Dina Riza. Namun, pada pertemuan kali ini, ada kesepakatan bahwa posisi baik ketua, sekretaris dan bendahara termasuk bagian informasi/komunikasi (humas) yang dikomandoi Kak Hayat, lalu pemandu acara yang dipegang oleh Kak Riza serta pemimpin Doa sekaligus taushiyah dipercayakan pada Kak Taslim, berlaku seumur hidup. hehehehe lucu euy ;). Meski demikian, para jawara itu tidak ada yang protes atau apa namanya. Hehehehe… karena memang, semua jawara sudah tahu dan mengerti karakater masing-masing. Gimana tidak saling mengenal wong, kita dipersatukan dalam wadah Racana paling tidak selama masa kuliah dan kini masih dilanjut lepas dari kampus.

Sebagai ‘bumbu pemanis’ pertemuan antar alumni dan atau warga Racana UIN Jakarta ini, di penghujung pertemuan ada bagi-bagi ‘duit’. Loh?? iya begitulah. Jadi sebelum ceremonialnya diakhiri bendahara akan menyerahkan ‘upeti’ kepada tuan rumah sejumlah sekian rupiah. hehehe besarnya pokoknya lumayan laah. Halah mau ngomong arisan saja repot. 🙂 hehehehe. Yang jelas sesi ini tidak wajib untuk diikuti semua jawara, hanya yang berminat saja. Tapi, mungkin karena sudah kebiasaan dulu waktu masih jaman-jaman kuliah, ngekos atau emang hingga kini masih doyan?? arisan emang mengasyikan dan menggiurkan. hehehe 🙂 Namun demikian, lembaran demi lembaran rupiah yang dikumpulkan itu tentu saja disisihkan untuk keperluan bersama alias sosial. Tentu saja karena ini baru berjalan sekali, maka belumlah banyak rupiah yang terkumpul. Ke depannya, ada beberapa aktifitas sosial yang bakal dijalani para jawara.

Dan sebagai tindak lanjutnya, pertemuan selanjutnya pada Juni mendatang akan digelar di rumah Kak Ghozi di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bahkan sepanjang tahun 2010 ini tempat pertemuan sudah full book alias penuh. Usai di rumah Kak Ghozi pada Juni mendatang, giliran Kak Arif pada bulan Agustus di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Lalu dua bulan berikutnya di rumah Kak Alam pada Oktober di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan serta di penghujung tahun rencananya pertemuan akan digelar di rumah Kak Alay di kawasan Bekasi. Nah bagi warga yang ingin ketempatan silahkan mengajukan diri pada pertemuan nanti untuk dimasukkan di tahun 2011 nanti.

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna pandega/1995)