Racana Fatahillah-Nyimas Gandasari Mengadakan Kursus Mahir Dasar (KMD) 2016

Racana Fatahillah-Nyi Mas Gandasari mengadakan Kursus Mahir Dasar (KMD) 2016 selama enam hari, Jumat-Minggu (26-28 Agustus) dan Jumat-Minggu (2-4 September 2016) bertempat di ruang Uni Club kampus I UIN Jakarta dan Taman Situ Gintung, Ciputat.

Pada kesempatan kali ini KMD 2016 diikuti oleh 46 peserta terdiri dari anggota Pramuka yang telah mendaftar dan pelatih dari Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Selatan.

berikut foto-foto keseruan KMD 2016 bersama UIN Jakarta

IMG-20160829-WA0003IMG-20160829-WA0002

IMG-20160829-WA0022

Latihan Upacara Pelantikan Anggota Pramuka

IMG-20160829-WA0026

Latihan Upacara Pelantikan Anggota Pramuka

IMG-20160829-WA0027

Latihan Upacara Pelantikan Anggota Pramuka

IMG-20160829-WA0012

Latihan Upacara Siaga

IMG-20160829-WA0017

Latihan Upacara Siaga

IMG-20160829-WA0001IMG-20160829-WA0006IMG-20160829-WA0000IMG-20160829-WA0014

IMG-20160829-WA0008

Yel-yel Bersama

IMG-20160829-WA0007IMG-20160829-WA0009IMG-20160829-WA0013

IMG-20160829-WA0005

Foto Peserta dan Pelatih KMD 2016

 

Siap Grak!

peserta diklatsar 2010 tengah mengikuti sesi latihan baris berbaris (foto dok. kominfo DRFN)

Siap Grak!

Minggu, 25 April yang cerah, peserta diklatsar –yang merupakan anggota angkatan 2010— telah berkumpul di halaman depan Student Center UIN Jakarta. Latihan dimulai pukul 08.30 di pandu Kak Evi, Kak Olid, dan Kak Empe. Rupanya hari itu materinya adalah baris berbaris atau lebih dikenal dengan PBB. Dalam kesempatan itu yang bertindak sebagai pemateri adalah Kak Arie, purna Pandega angkatan 2003 yang aktif juga di Resimen Mahasiswa (menwa).

Seperti biasa, latihan diawali dengan jogging keliling kampus dan senam pramuka, wah rupanya sudah hampir dua bulan latihan, ternyata anggota baru 2010 sudah banyak yang hafal gerakannya lho !

Setelah senam selesai baru deh, Kak Arie memulai instruksinya latihan baris-berbaris. Kak Arie, mengajari cara hormat yang benar, hadap kanan dan hadap kiri serta variasi-variasi gerakan. Setelah sang fajar beranjak naik, keringat sudah mulai membasahi baju mereka latihan selesai.

Siap Grak!! (foto dok. kominfo DRFN)

Sambil istirahat sejenak, tak lupa Kak Arie pun sharing tentang dunia kampus dan Racana. Dan seperti biasa, peserta diklatsar pun selalu antusias berbincang-bincang. Adik bertanya, kakak menjawab yang diselingi tawa canda bareng pun menghiasi sesi latihan. Letih dengan berpeluh keringat pun seakan ‘lewat’ begitu saja. “Wuih, capek, panas tapi seneng, abis pelatihnya ganteng sih,” seloroh Kak Ina, mahasiswa FITK jurusan PBA semester empat saat diminta komentarnya

Pun dengan Kak Arifin, yang mengatakan “Sesuatu yang capek, biasanya menyenagkan.”

Usai melepas lelah dengan ngobrol seputar kampus dan Racana, tepat pukul 11.30, Kak Eti mengajak peserta menuju ke lantai 7. Rupanya peserta dan warga Racana yang lainnya diajak menonton film berjudul Freedom Writer Diary.  Usai menyaksikan film, peserta pun diajak berdiskusi seputar film tersebut.

”Film ini membangun jiwa pemuda untuk menjadi lebih baik, wah two thumbs up deh,” ujar Kak Ina.

”Film ini memperlihatkan  proses yang panjang dalam mendidik karena harus diperlukan niat, usaha dan pengorbanan yang besar untuk merubah perilaku peserta didik dari yang belum baik menjadi baik,” imbuh Kak Ifa, mahasiswa semester empat jurusan Pendidikan Biologi.

Tak terasa, waktu terus berjalan, hingga alokasi waktu diklatsar hari itu selesai. Tak lupa, sebelum mengakhiri kegiatan, Kak Olid dari bidang Diklat menyampaikan tentang agenda rencana acara minggu besok.

Lalu kita semua pun sayonara…

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Eby (calon pandega/2009)

Serunya Uji Nyali Memanjat Wall Climbing

menjajal nyali dengan memanjat wall climbing (foto dok kominfo DRFN)

Bisa jadi ini mungkin kali pertama atau untuk kesekian kalinya diantara anggota Racana UIN Jakarta menjajal nyali mereka dengan memanjat tebing buatan yang ada di kampus. Ya, Minggu (11/4) kemarin adalah sesi latihan –yang diikuti sekira 25 orang pramuka– yang menegangkan sekaligus mengasyikkan. Pasalnya, selain mendapatkan ilmu teori-teori seputar panjat memanjat, mereka pun akhirnya menjajal langsung nyali mereka memanjat papan panjat milik KMPLHK Ranita, salah satu UKM yang konsen terhadap lingkungan hidup.

bergelantungan?? auooooo..... (foto dok. kominfo DRFN)

“Latihan ini bukan sekedar pengenalan, secara teori, mereka sudah mendapatkannya di kala mengikuti orientasi anggota baru beberapa waktu lalu. Jadi sesi kali ini sebagai pembekalan kembali sekaligus praktek dalam memanjat,” ujar Ketua Dewan Racana, Kak Adam yang ikut mengawasi jalannya diklatsar bagi anggota baru ini yang menegaskan bahwa kegiatan latihan sendiri tidak melulu untuk anggota baru, bahkan banyak diantara anggota lama termasuk personel dewan yang ikut serta dalam kegiatan.

Sesi latihan yang dimulai sejak pagi hingga siang ini melibatkan rekan UKM lain sebagai fasilitator sekaligus instruktur yang dalam hal ini ditangani oleh Kak Labing dari Ranita.  Dalam kesempatan tersebut, Kak Labing mengingatkan bahwa, climbing itu belajar tentang teknik memanjat, penyelamatan diri,  sekaligus melatih mental.  “Ketika sampai di atas wall, mental kita akan diuji seberapa kuatkah kita dengan ketinggian tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya latihan panjat memanjat dimulai, seperti biasa untuk sekedar menyegarkan dan pengobar semangat setelah melakukan senam pagi selalu diisi dengan kegiatan ‘pengungkit motivasi dan gairah’ anggota dengan beragam ‘icebreaking’ yang dipawangi oleh para personil bidang Diklat. Dan usai menguji nyali di atas ketinggian papan panjat, sesi latihan dilanjutkan dengan materi-materi kepramukaan lainnya. Dalam kesempatan itu, giliran Kak Towil dan didampingi Kak Adam mengisi tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan T dan D (baca: Penegak dan Pandega) bertempat di taman auditorium.

Konon, di hari itu juga sekira 6 orang anggota Racana UIN Jakarta tengah mengikuti seleksi anggota DKC Jakarta Selatan untuk masa bakti 2010-2015. Tes seleksi sendiri berlangsung di DKC dari pukul 10.00 hingga berakhir pada pukul 17.00.

@@@

Ditulis dan dipublikasikan oleh tim kominfo DRFN UIN Jakarta

Serunya Diklatsar Anggota Baru 2010

Suasana Diklatsar Anggota Baru 2010. (foto dok. kominfo DRFN)

“Paling tidak kegiatan pendidikan dan latihan dasar bagi anggota baru ini, akan memberikan pengetahuan yang lebih tentang dunia pramuka perti, sebelumnya mereka hanya mengenal kulitnya saja, karena ada yang sebelumnya hanya mengenal pramuka  tanpa mengikuti kegiatan pramuka. Nah di diklatsar inilah saatnya mereka mengenal lebih jauh tentang organisasi, kegiatan, pembinaan dan yang lainnya. Dan sebisa mungkin kegiatan yang kita gelar memberikan nilai lebih serta jangan sampai ga menarik dan seru. Karena kalau tidak, bakalan ditinggalin mereka,” kata Kak Adam, KDR yang tampak serius mengikuti setiap jengkal kegiatan diklatsar itu.

Memang diakui, tidak semua anggota yang bergabung dalam Racana UIN Jakarta pernah ikut kegiatan pramuka pada level pendidikan sebelumnya. Ya, bisa jadi karena pada jejang pendidikan sebelumnya itu tidak ada ‘ekskul’ pramuka atau memang tidak tertarik atau karena sebab yang lainnya. Namun, ketika memasuki dunia mahasiswa, rupanya di UIN Jakarta ada kegiatan pramuka yang pastinya telah dikenal sebelumnya itu. Bisa jadi karena penasaran dengan pramuka di perguruan tinggi atau memang tertarik dengan dinamika pramuka kelas mahasiswa.

Pun begitu dengan yang pernah melewati jenjang-jenjang tingkatan di dunia pramuka mulai dari Siaga, Penggalang hingga Penegak. Lalu ternyata di kampus UIN Ciputat  kegiatan pramuka kelas mahasiswa begitu hidup, tentunya kian membuat penasaran dan malah ‘jatuh cinta’  hingga akhirnya mabuk kepayang dengan pramuka, seakan-akan tengah dibius cinta. Namun tak sedikit pula, ‘mereka’ mahasiswa UIN Jakarta yang sebelumnya terjun di dunia pramuka ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu di tingkatan sebelumnya, tapi malah tidak berminat untuk bergabung. Bisa jadi karena bosen atau ada ‘something wrong’ yang membuatnya alergi  sehingga sebisa mungkin menjauhi pramuka. Ya, semua itu kembali kepada masing-masing pribadinya.

Anggota Racana tengah melakukan simulasi upacara adat racana yang berlaku di racana UIN Jakarta. (foto dok. kominfo DRFN)

Berbagai tahapan proses pun akhirnya dilalui oleh para mahasiswa yang menaruh minat dengan kegiatan pramuka. Terlebih pramuka yang satu ini dilabeli pramuka perguruan tinggi (perti) yang konon beda. Ya, pola pembinaannya memang beda. Dimana, seluruh kegiatan yang diadakan disesuaikan dengan kebutuhan, keinginan dan kesepakatan para anggotanya. Peran pembina hanyalah sepuluh persennya saja. Dengan kata lain, 90 persen semuanya ditentukan, diputuskan dan dijalankan oleh anggotanya. Maklum, mereka sudah masuk dalam taraf fase ‘dewasa muda’ terlebih lagi mereka pun menyandang gelar mahasiswa. Setelah mereka mengikuti proses awal penerimaan anggota baru yang dirangkai dalam kegiatan Gelar Orientasi Anggota dan Latihan atau yang lebih dikenal dengan GOAL di kawasan Gunung Sangga Buana, Karawang awal Februari lalu, kini mereka harus mengikuti tahapan berikutnya, yaitu Pendidikan dan Latihan Dasar (diklatsar).

Diklatsar merupakan salah satu kegiatan pembinaan yang tengah dijalankan oleh Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari UIN Jakarta untuk anggota baru yang  menjadi tanggungjawab bidang Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang dikawal oleh Kak Zulfani, Kak Eti, Kak Evi, Kak Fauzul, Kak Empe dan Kak Olid. Namun dalam pelaksanaannya tak melulu diikuti oleh anggota baru. Anggota lama pun ikut dilibatkan, sekedar untuk memantapkan pengetahuan sekaligus dalam rangka memupuk kekompakan, kebersamaan dan kekeluargaan. Ya, kekeluargaan disini tentunya memberi arti penting tersendiri, dimana ketika ‘sang adik’ dalam hal ini anggota baru tengah mempelajari sesuatu, maka layaknya ‘sang kakak’ , para pendahulunya pun dibiasakan menemani, membimbing dan tentunya memberi dukungan bahwa ‘mereka’ diakui adanya.

Diklatsar bagi anggota baru ini akan dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan –sesuai ketentuan yang berlaku di Racana UIN Jakarta– sejak 14 Maret lalu hingga akhir Juni  mendatang. Tiap minggunya, anggota baru ini mengikuti diklatsar yang digelar setiap hari Minggu mulai dari pukul 7.30 hingga 12.00. Kegiatan diawali dengan olahraga pagi bersama lalu dilanjutkan dengan materi-materi yang telah ditentukan. Dan tentunya kegiatan ini lebih banyak memfokuskan pengetahuan dasar-dasar kepramukaan, teknik-teknik yang ada di kepramukaan, organisasi, seluk beluk dunia racana dan keracanaan yang ada di UIN Jakarta.

Dan, pada pertemuan minggu kedua yang lalu, anggota baru tengah mengenali lebih jauh tentang adat-adat Racana UIN Jakarta dan mempraktekkannya, mulai dari upacara adat hingga perangkat-perangkatnya. Diklat yang berlangsung di taman samping Auditorium itu tampak seru. Anggota baru berbaur dengan anggota lama serta dewan pengurus. Sepertinya dan memang tak ada jarak diantara mereka, karena memang sudah dibiasakan seperti itu. Pun dengan para ‘kakak-kakak pendahulu’ alias senior, yang melebur mengikuti kegiatan dengan begitu antusiasnya.

“Seru abis, ternyata pramuka di perguruan tinggi tak kalah hebohnya dengan pramuka di sekolah dulu. ” ujar Kak Ihwan, calon Pandega yang menjadi pengurus dewan Racana UIN Jakarta usai mengikuti sesi simulasi adat pada kegiatan diklatsar anggota baru.

@@@@

Ditulis dan diposting oleh Hayat F (purna Pandega/95)