Silaturahmi itu Manis Rasanya

foto bareng jawara sebelum pamit

Silaturahmi itu manis rasanya. Memang benar, jauhnya perjalanan tetap dirasa manis. Terlebih jamuan sang tuan rumah begitu manis. Semua itu menambah manisnya silaturahmi. Tak heran bila jarak tak menjadi penghalang para ‘jawara’ untuk bertandang silaturahmi yang dibingkai dalam pertemuan Jawara sesi kedua di periode tahun ini.

Ya, Minggu (17/4) kemarin, meski Jakarta disengat terik matahari tak menyurutkan para Jawara untuk menyambangi rumah Kak Titin-Kak Taslim yang ada di Kelurahan Munjul Cipayung Jakarta Timur sana. Hal ini ditunjukkan keluarga besar Kak Eka Syaifullah – Kak Lisa beserta tiga putrinya yang tinggal di ujung Jakarta Barat tepatnya Cengkareng merasakan manisnya perjalanan merangkai tali silaturahmi itu. Pun dengan Kak Ali Gozi – Kak Nurhayati bersama si kecil, merasa enjoy meluncur dari Tanjung Priok. Begitu pula dengan Kak Aisyah Henri yang tengah berbadan dua, rela menempuh perjalanan dari Ciputat menuju Munjul bersama sang suami tercinta, Kak Emon. Ada pula Kak Alam – Kak Reni berserta si mungil centil, Kalika, asyik saja menempuh perjalanan dari Lebak Bulus ke Munjul. Semua itu demi menjalin tali silaturahmi yang selama ini terjaga.

Pertemuan jawara kemarin selain dihadiri oleh para senior berikut para kurcacinya , turut hadir pula warga racana aktif dan pengurus Dewan Racana Pandega. Dalam pertemuan tersebut, tak sebatas anjang sana, temu kangen tapi ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para jawara. Termasuk soal ‘bisnis’. Apa yang dilakukan Kak Eka misalnya, yang menawarkan dagangannya. Pun dengan Kak Titin Taslim selaku tuan rumah, memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan barang dagangan yang ada di butiknya. “Laris manis, mumpung gratis,” ujar Kak Eka yang didaulat untuk memimpin doa penutupan dalam pertemuan tersebut sekaligus sebagai tuan rumah pertemuan yang akan datang.

Selain ‘transaksi’ jual beli, setelah menyantap makan siang, obrolan dimulai baik mengenai rencana Jawara ke depan maupun yang tengah dijalankan oleh pengurus Dewan Racana UIN Jakarta. “Insya Allah, kegiatan perkemahan warga akan lebih sering diadakan untuk mempererat jalinan silaturahmi kita, dan rencananya Kak Gozi akan memfasilitasi kegiatan tersebut di kawasan Puncak dua atau tiga bulan yang akan datang,” ujar Kak Wahab.

Selain itu, beberapa rencana awal yakni pendirian lembaga dalam kesempatan itu hanya disinggung sekilas oleh Kak Hayat yang mewakili Jawara. Dimana karena berbagai kesibukan para jawara, maka rencana yang sudah digodok itu belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. “Insya Allah, sebelum bulan puasa sudah bisa direalisasikan,” ujarnya menjawab pertanyaan beberapa jawara dalam kesempatan itu.

Kegiatan rutin jawara yakni pengumpulan koin hingga kemarin masih berjalan. Dimana saldo sebelumnya adalah sebesar Rp 452.900,00 sementara pada pengumpulan kemarin terkumpul Rp 69.900,00.  Dan seperti biasa pertemuan itu diakhiri dengan foto bersama keluarga besar Racana UIN Jakarta sebelum berpisah menuju rumah masing-masing. Berdasarkan kesepakatan, pertemuan berikutnya pada Juli mendatang akan berlangsung di kediaman Keluarga besar Kak Eka Syafullah – Kak Lisa di kawasan Cengkareng Jakarta Barat. Semoga kita semua bisa bertemu kembali.

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna pandega ’95)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s