Silaturahim ala JAWARA

 

 

Ceritanya lagi gaya bebas ala Jawara

 

Bosan? Ah sepertinya, kata dan kondisi itu hingga detik ini belum pernah dirasakan oleh para Jawara UIN Jakarta. Ya, paling tidak, meski kerap mengadakan pertemuan, namun pertemuan yang dikemas dalam bingkai silaturahim dan halal bi halal waga dan alumni Racana UIN Jakarta tetap tak membosankan. Bahkan kerap menimbulkan rasa kangen untuk kembali bisa bertemu di pertemuan berikutnya.

Yup, itulah sebagian komentar yang berhasil kami rangkum dari beberapa Jawara yang berkesempatan hadir pada pertemuan kelima sekaligus Halal bi Halal yang berlangsung di kediaman Kak Alam (purna Pandega/00) dan Kak Reni (purna Pandega/01), Minggu, (10/10) kemarin di kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, selain membahas persoalan-persoalan yang dihadapi oleh Pengurus Dewan Racana Pandega mengenai pola pembinaan, kegiatan maupun rencana kegiatan yang bakal mereka jalankan. Semisal seputar peringatan hari jadi Racana UIN Jakarta yang jatuh pada tanggal 30 Oktober serta beberapa kegiatan turunannya. Tidak hanya itu, wadah Jawara (Jalinan antar warga dan alumni Racana) memang kerap sekali menjadi ajang ‘curhat’ para punggawa Dewan Racana Pandega seputar tugas dan tanggungjawabnya menjalankan amanah, meneruskan titah, memandu kepanduan ini di lingkungan kampus dan masyarakat pada umumnya. “Ya mumpung disini ada kakak-kakak senior yang tentunya lebih mengerti dan pengalaman, kenapa tidak kita mengadu, berbagai persoalan yang kami hadapi,” tutur Kak Adam, sang nahkoda Racana UIN Jakarta.

Cukup menyita waktu untuk membicarakan berbagai hal yang dilontarkan oleh para Jawara yang masih menyandang status mahasiswa ini. Bahkan saking menyitanya, akhirnya disepakati untuk diadakan pertemuan kembali. Adapun waktu dan tempatnya akan diatur oleh Dewan Racana. Selain membicarakan banyak hal seputaran Racana, tak ketinggalan beberapa program Jawara pun menjadi topik diskusi pada pertemuan itu. Salah satu yang dibahas dalam kesempatan itu adalah rencana pembentukan lembaga formal. Nah, karena waktu yang tidak cukup, draft rencana pembentukan lembaga itupun akhirnya pada dibawa pulang oleh para Jawara untuk dipelajari kembali. “Memang sih ini draft boleh dibilang sudah hampir matang, tapi dimohon kepada jawara untuk memberi masukan, sebelum nantinya disahkan,” ujar Kak Hayat, purna Pandega selaku pengusul dan penyusun draft.

Sementara, program Koin Jawara yang kali ini memasuki periode kedua terkumpul sekira Rp 106.950. Meski terlihat kecil jumlahnya, namun diyakini oleh para Jawara bakal menjadi spirit untuk terus mengumpulkan koin demi koin yang terserak, baik di rumah, kosan maupun di sanggar. Sebelumnya, pada periode pertama terkumpul sekira Rp 150 ribu. Memang, dalam kesempatan kemarin, ada beberapa Jawara yang mengaku kumpulan ‘koin’ ketinggalan di rumah. Bahkan ada pula yang mengaku, koin yang dimaksud malah diakui menjadi milik putrinya. Dengan demikian, ada efek positif dari pengumpulan koin ini pada keluarga tersebut, bahwa si putri tersebut ada niat untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit ‘uang’ dalam bentuk koin yang ‘terkadang’ terserak begitu saja di sudut rumah. okelah tak mengapa 🙂

Pertemuan yang ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kak H Taslimunnadzir itu tidak lantas menandai berakhirnya acara pertemuan para Jawara sore hari itu. Seperti biasa usai bercengkrama satu sama lain, tak lengkap rasanya jika tidak ada sesi foto. Akhirnya, sesi foto-foto pun berlanjut meski ada beberapa Jawara yang sudah keburu pulang.

Untuk pertemuan selanjutnya, –dua bulan ke depan– akan berlangsung di rumah kediaman Kak Ahmad ‘Alay’ Lailatul Hadi  (purna pandega 00) dan Kak Iyet Rahmiyati (purna pandega 01), pada Minggu, 19 Desember 2010 di kawasan Bekasi. Untuk kepastiannya, undangan akan kami publis sebulan menjelang hari pelaksanaan, jika tidak ada perubahan.

Paling tidak yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah:

  1. Kak H Abdul Salam, purna pandega’89
  2. Kak Abas Sabarudin, purna pandega’92 beserta keluarga
  3. Kak H Ali Ghozi, purna pandega’94 – Kak Nurhayati, purna pandega’95, beserta purti
  4. Kak Hayat Fakhrurrozi, purna pandega’95 beserta keluarga
  5. Kak Jonni Syatri, purna pandega’96 – Kak Sri Marlina, purna pandega’00, beserta putra
  6. Kak H Taslimunnadzir, purna pandega’96 – Kak Titin Aryanti, purna pandega’97
  7. Kak Arif Aryadi A, purna pandega’98 beserta keluarga
  8. Kak Abdul Wahab, purna pandega’99
  9. Kak Saeful Alam, purna pandega’00 – Kak Reniyati, purna pandega’01 (tuan rumah)
  10. Kak Ahmad ‘Alay’ Lailatul Hadi, purna pandega’00
  11. Kak Lisa Oktarina, purna pandega’98, beserta putri
  12. Kak Uun Yusufa, purna pandega’98
  13. Kak Dina Saptarina, purna pandega’98
  14. Kak Ardi Supardi, purna pandega’00
  15. Kak Mushowwir, purna pandega’99
  16. Kak H Rahman WP, purna pandega’99
  17. Kak Nurul Iman, purna pandega’04
  18. Kak Towil Akhiruddin, purna pandega’04
  19. Kak Khairul Anwar, pandega’06
  20. Kakak-Kakak pengurus Dewan Racana dan beberapa anggota/warga aktif angkatan 2007 sd 2010.

@@@

Ditulis dan diposting oleh Kak Hayat (purna pandega/95)

Iklan

3 pemikiran pada “Silaturahim ala JAWARA

  1. Salam Pramuka….!
    Salam Kenal dari Racana Almaida UIN Alauddin Makassar sampe jumpa di PW PTAIN X di Ambon…

    • salam pramuka!
      kakak-kakak pandega uin alaudin makasar….
      senang bisa bersua di dunia maya… semoga berkenan…
      terima kasih atas kunjungannya…

      salam,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s