Serunya Diklatsar Anggota Baru 2010

Suasana Diklatsar Anggota Baru 2010. (foto dok. kominfo DRFN)

“Paling tidak kegiatan pendidikan dan latihan dasar bagi anggota baru ini, akan memberikan pengetahuan yang lebih tentang dunia pramuka perti, sebelumnya mereka hanya mengenal kulitnya saja, karena ada yang sebelumnya hanya mengenal pramuka  tanpa mengikuti kegiatan pramuka. Nah di diklatsar inilah saatnya mereka mengenal lebih jauh tentang organisasi, kegiatan, pembinaan dan yang lainnya. Dan sebisa mungkin kegiatan yang kita gelar memberikan nilai lebih serta jangan sampai ga menarik dan seru. Karena kalau tidak, bakalan ditinggalin mereka,” kata Kak Adam, KDR yang tampak serius mengikuti setiap jengkal kegiatan diklatsar itu.

Memang diakui, tidak semua anggota yang bergabung dalam Racana UIN Jakarta pernah ikut kegiatan pramuka pada level pendidikan sebelumnya. Ya, bisa jadi karena pada jejang pendidikan sebelumnya itu tidak ada ‘ekskul’ pramuka atau memang tidak tertarik atau karena sebab yang lainnya. Namun, ketika memasuki dunia mahasiswa, rupanya di UIN Jakarta ada kegiatan pramuka yang pastinya telah dikenal sebelumnya itu. Bisa jadi karena penasaran dengan pramuka di perguruan tinggi atau memang tertarik dengan dinamika pramuka kelas mahasiswa.

Pun begitu dengan yang pernah melewati jenjang-jenjang tingkatan di dunia pramuka mulai dari Siaga, Penggalang hingga Penegak. Lalu ternyata di kampus UIN Ciputat  kegiatan pramuka kelas mahasiswa begitu hidup, tentunya kian membuat penasaran dan malah ‘jatuh cinta’  hingga akhirnya mabuk kepayang dengan pramuka, seakan-akan tengah dibius cinta. Namun tak sedikit pula, ‘mereka’ mahasiswa UIN Jakarta yang sebelumnya terjun di dunia pramuka ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu di tingkatan sebelumnya, tapi malah tidak berminat untuk bergabung. Bisa jadi karena bosen atau ada ‘something wrong’ yang membuatnya alergi  sehingga sebisa mungkin menjauhi pramuka. Ya, semua itu kembali kepada masing-masing pribadinya.

Anggota Racana tengah melakukan simulasi upacara adat racana yang berlaku di racana UIN Jakarta. (foto dok. kominfo DRFN)

Berbagai tahapan proses pun akhirnya dilalui oleh para mahasiswa yang menaruh minat dengan kegiatan pramuka. Terlebih pramuka yang satu ini dilabeli pramuka perguruan tinggi (perti) yang konon beda. Ya, pola pembinaannya memang beda. Dimana, seluruh kegiatan yang diadakan disesuaikan dengan kebutuhan, keinginan dan kesepakatan para anggotanya. Peran pembina hanyalah sepuluh persennya saja. Dengan kata lain, 90 persen semuanya ditentukan, diputuskan dan dijalankan oleh anggotanya. Maklum, mereka sudah masuk dalam taraf fase ‘dewasa muda’ terlebih lagi mereka pun menyandang gelar mahasiswa. Setelah mereka mengikuti proses awal penerimaan anggota baru yang dirangkai dalam kegiatan Gelar Orientasi Anggota dan Latihan atau yang lebih dikenal dengan GOAL di kawasan Gunung Sangga Buana, Karawang awal Februari lalu, kini mereka harus mengikuti tahapan berikutnya, yaitu Pendidikan dan Latihan Dasar (diklatsar).

Diklatsar merupakan salah satu kegiatan pembinaan yang tengah dijalankan oleh Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari UIN Jakarta untuk anggota baru yang  menjadi tanggungjawab bidang Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang dikawal oleh Kak Zulfani, Kak Eti, Kak Evi, Kak Fauzul, Kak Empe dan Kak Olid. Namun dalam pelaksanaannya tak melulu diikuti oleh anggota baru. Anggota lama pun ikut dilibatkan, sekedar untuk memantapkan pengetahuan sekaligus dalam rangka memupuk kekompakan, kebersamaan dan kekeluargaan. Ya, kekeluargaan disini tentunya memberi arti penting tersendiri, dimana ketika ‘sang adik’ dalam hal ini anggota baru tengah mempelajari sesuatu, maka layaknya ‘sang kakak’ , para pendahulunya pun dibiasakan menemani, membimbing dan tentunya memberi dukungan bahwa ‘mereka’ diakui adanya.

Diklatsar bagi anggota baru ini akan dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan –sesuai ketentuan yang berlaku di Racana UIN Jakarta– sejak 14 Maret lalu hingga akhir Juni  mendatang. Tiap minggunya, anggota baru ini mengikuti diklatsar yang digelar setiap hari Minggu mulai dari pukul 7.30 hingga 12.00. Kegiatan diawali dengan olahraga pagi bersama lalu dilanjutkan dengan materi-materi yang telah ditentukan. Dan tentunya kegiatan ini lebih banyak memfokuskan pengetahuan dasar-dasar kepramukaan, teknik-teknik yang ada di kepramukaan, organisasi, seluk beluk dunia racana dan keracanaan yang ada di UIN Jakarta.

Dan, pada pertemuan minggu kedua yang lalu, anggota baru tengah mengenali lebih jauh tentang adat-adat Racana UIN Jakarta dan mempraktekkannya, mulai dari upacara adat hingga perangkat-perangkatnya. Diklat yang berlangsung di taman samping Auditorium itu tampak seru. Anggota baru berbaur dengan anggota lama serta dewan pengurus. Sepertinya dan memang tak ada jarak diantara mereka, karena memang sudah dibiasakan seperti itu. Pun dengan para ‘kakak-kakak pendahulu’ alias senior, yang melebur mengikuti kegiatan dengan begitu antusiasnya.

“Seru abis, ternyata pramuka di perguruan tinggi tak kalah hebohnya dengan pramuka di sekolah dulu. ” ujar Kak Ihwan, calon Pandega yang menjadi pengurus dewan Racana UIN Jakarta usai mengikuti sesi simulasi adat pada kegiatan diklatsar anggota baru.

@@@@

Ditulis dan diposting oleh Hayat F (purna Pandega/95)

4 pemikiran pada “Serunya Diklatsar Anggota Baru 2010

  1. Saya juga waktu SMA pernah ikut diklatsar, tapi di Paskibra.
    Wah bener2 nyali dan mental diuji.
    Sukses!

  2. kak ko foto sy ge nunduk c….. yah tak klihatan dunk….

    • oowww… sorry morry stroberry kak zul…. emang maunya ge ngapain??? dengak getoh?? hehehehehe… yg penting hepi daaah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s