Saudara Tua

“Bagi kami UIN Jakarta adalah saudara tua kami. Karena itu, kami memilih Racana UIN Jakarta sebagai salah satu Racana yang kami kunjungi dalam kegiatan studi banding ini, disamping ada dua Racana lain yang kami kunjungi juga. “

Entah apa yang mendasari pernyataan yang dilontarkan salah satu anggota Racana KH Ahmad Dahlan yang berpangkalan di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta itu. Tapi boleh jadi, ada benarnya. Ya, paling tidak baik dari segi institusi maupun keberadaan Gerakan Pramuka yang ada di UIN Jakarta memang lebih tua. Meski, kehadiran Racana di kampus UHAMKA secara historis boleh dibilang sama.

Bisa jadi saudara tua yang di maksud Racana UHAMKA adalah bahwa Racana UIN Jakarta lebih tua dari segi pengalaman baik dalam hal pembinaan/pengkaderan maupun manajemen organisasinya. Hal ini ditegaskan oleh Kak Wira, salah satu Pandega dari Racana UHAMKA yang mengatakan, “hari ini kami banyak mendapatkan pelajaran yang berharga, setelah mendengarkan penjelasan dan memperhatikan baik dari kelengkapan atribut, adat istiadat dan manajemen yang dijalankan saudara tua kami, Racana UIN Jakarta yang kami anggap selangkah lebih maju dari kami.”

Dok. Racana UIN jakarta

Hmmm uenak banget...

Ya, paling tidak itulah gambaran obrolan antara Racana KH Ahmad Dahlan, yang berpangkalan di kampus UHAMKA Pasar Rebo, Jakarta saat berkunjung ke Racana UIN Jakarta Kamis, (18/2) lalu. Acara baru bisa dimulai sekira pukul 10.30 di Aula Madya UIN Jakarta, meski pihak tuan rumah telah siap menerima tamu sekira pukul 08.00 sesuai surat yang diterima. Molornya kegiatan ini, dikarenakan sudah menjadi rahasia umum, bahwa di jam-jam sibuk, lalu lintas Jakarta maupun kawasan Ciputat selalu macet. Dan yang jelas susah diprediksi di titik mana saja yang selalu menjadi langganan kemacetan. Terlebih, pagi itu Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan dari sejak subuh hingga menjelang siang.

Meski demikian, acara yang diawali dengan penyambutan secara adat oleh Pemangku Adat di pintu masuk Aula Madya. Selanjutnya Pemangku Adat putra-putri (Kak Arif Suci dan Kak Marwiyah) membawa rombongan tamu mengikuti prosesi adat penerimaan tamu selanjutnya. Setelah diterima oleh pihak tuan rumah dalam hal ini Dewan Racana Pandega dan Pembina yang diwakili oleh Kak Hayat, para tamu dipersilahkan untuk menempati tempat duduk yang telah disediakan.

Rupanya, para tamu terkesima dengan upacara adat penyambutan mereka. Perwakilan tamu disuguhi penganan khas Betawi, yakni kue uli dan ketam hitam yang disuguhkan oleh Pemangku Adat. “Subhanallah, penyambutannya begitu mengesankan. Betawi banget,” ujar Kak Anggita, salah seorang anggota Racana UHAMKA.

Tentunya, jamuan ini tidak cuma simbolik saja, seluruh tamu dan yang hadir pun ikut mencicipi penganan khas betawi itu.  Mungkin bagi sebagian orang, penganan ini dianggap penganan yang baru dicicipi, namun bagi kalangan warga Racana UIN Jakarta, jamuan makan kue uli dan ketan hitam adalah yang paling ditunggu-tunggu, karena tidak bisa setiap hari mereka menikmati penganan ini :))

Acara dilanjut dengan acara inti yakni studi banding, sebagaimana dengan maksud dan tujuan kedatangan Racana UHAMKA ke Racana UIN Jakarta. Studi banding sendiri berlangsung dengan pemaparan dari masing-masing Racana dan dilanjut dengan tanya jawab. Kebetulan pada saat yang sama, hadir para pendahulu Racana, diantaranya Kak Abdul Salam dan Kak Hayat, sehingga keduanya berkesempatan memberi penjelasan singkat tentang perjalanan Racana UIN Jakarta hingga detik ini.

Karena waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, maka baik tamu maupun tuan rumah sepakat untuk istirahat, sholat dan makan siang. Usai menunaikan ibadah acara pun dilanjutkan kembali dengan format lebih santai, ya dengan duduk ‘lesehan’ melingkar studi banding pun dilanjutkan dengan lebih fokus membicarakan bagaimana menghidupkan kembali Racana di lingkungan kampus, khususnya di UHAMKA.

Tanpa terasa waktu telah menujukkan pukul 15.00, mau tidak mau acara pun diakhiri. Sebelumnya kedua belah pihak saling serah terima cinderamata dari masing-masing Racana. Dan pertemuan itu pun ditutup dengan sesi foto bersama. Namun, ternyata rombongan Racana UHAMKA tidak lantas langsung pulang, mereka pun diajak mampir ke sanggar Racana UIN Jakarta yang terletak di Student Center (SC) lantai 3.

@@@

*Ditulis dan diposting oleh Hayat F (Purna Pandega/95)

Berkarya nyata, bergembira ria, menuju cita-cita nan mulia

Iklan

7 pemikiran pada “Saudara Tua

  1. hmmm uin jakarta sodara tuanya uhamka yaaa… bagus deh kalo begitu…

  2. selamat atas dilantiknya pengurus baru racana UIN jakarta, semoga kita terus dapat memandu dan menjadikan kita lebih erat lagi dalam jalinan kebersamaan dalam satu wadah, Gerakan Pramuka. salam hangat kami dari keluarga besar Racana Raden Intan-puteri Silamaya Universitas Lampung.
    semoga sukses selalu…..

    • terima kasih kakak dari racana Unila… semoga hubungan kebersamaan dan persaudaraan kita tetap terjalin…. kapan neh main ke jakarta?? hehehehe tinggal nyebrang aja kan yaaah…

  3. asik…asik… ada foto diriku nampang juga akhirnya 😀

    • hehehehe… mae-mae… itu lagi jadi pembantu yaaa bawain baki ngelayanin tamuu?? wekekekekke… PISSSSSS… tapi mayan juga pembantunya mirip inem hehehehehe…

      • May.. jangan ngiler ngelihatin orang lagi makan, eh jangan sampai bakinya di makan ya,.

  4. wah kak Choan ini, tega-teganya nyuruh mae makan baki…. hehehehehe JUST KIDDING DING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s